Ujian Doktor Ekonomi Islam Cara Efektif Kenalkan Praktik Syariah

image
By usi_pasca On Friday, March 03 rd, 2017 · no Comments · In

UNAIR NEWS – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia periode tahun 2009-2014, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA., menilai bahwa ujian terbuka program Doktor (S3) khususnya dalam program studi Ekonomi Islam Universitas Airlangga, sungguh sangat efektif untuk mempromosikan atau memasyarakatkan Ekonomi Islam. Sebab, dalam acara tersebut ada kajian ilmiah tentang Ekonomi Islam itu sendiri, dan itu lebih dipercaya.

“Dengan demikian, promosi seperti ini (Promosi Doktor Ekonomi Islam – red) diharapkan mampu mengangkat harkat Ekonomi Islam itu sendiri untuk menjadi lebih kuat dan lebih besar dalam praktiknya di masyarakat,” kata Prof. M. Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia era 2008-2009 ini.

Hal itu disampaikan Prof. Nuh ketika memberikan komentar atas Ujian Terbuka Program Doktor untuk H. Asman Abnur, SE., M.Si., dalam program studi Ilmu Ekonomi Islam, yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UNAIR, di Aula Garuda Mukti, Senin (26/2) lalu.

Menurut Prof. Nuh, ada tiga hal yang pantas untuk diapresiasi dari kegiatan ilmiah seperti ini. Pertama, kegiatan tersebut merupakan kegiatan luar biasa sebagai arena curahan kompetensi keilmuan para wakil-wakil pemikirnya. Kedua, sebagai upaya efektif untuk mengeksplor praktik syariah sebagai mesin baru Ekonomi.

“Sedang yang ketiga, kita harus yakin bahwa Allah akan memberikan hasil yang baik manakala kita bisa melaksanakan sesuatu seperti dalam firman-Nya,” terangnya, seusai acara ujian doktor Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) itu.

Sementara itu, promotor Asman Prof. Dr. Suroso Imam Zadjuli mengatakan, Asman adalah menteri dengan kecerdasan yang tinggi. Ia lulus dengan waktu yang lama oleh sebab kesibukannya sebagai pengusaha dan politisi.

“Menteri ini kecerdasannya tinggi, cuma waktunya sibuk sekali. Namun demikian, Asman adalah seorang menteri dan praktisi di level atas, dampaknya akan lebih besar untuk pengembangan Ekonomi Islam,” ujar Prof Suroso.

Sedangkan Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak., mengatakan bahwa bidang Ekonomi Islam memiliki prospek keilmuan yang bagus ke depan. Menurutnya, konsep Ekonomi Islam bisa digunakan oleh siapapun. Mengingat, yang dijadikan acuan adalah dasar-dasar syariahnya, bukan agama Islam-nya.

“Prospek keilmuan ini luar biasa, karena Ekonomi Islam yang diambil adalah dasar-dasar syariahnya, dasar-dasar hukum di Islam-nya, bukan agama Islam-nya. Sehingga ilmu ini bisa digunakan untuk semua agama apapun. Bahkan promovendus tadi mengatakan, Singapura saja ingin menjadi pusat Ekonomi Islam. Kenapa kita tidak?,” katanya.

“Mudah-mudahan disertasi ini bisa diimplementasikan untuk Indonesia secara keseluruhan,” tambahnya. (*)

Penulis : Bambang Bes, Binti Q. Masruroh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *